Kamis, 12 Mei 2016

KNPB Tuding BIN Sedang Merongrong Wibawa Indonesia

Salah satu spanduk yang dinilai KNPB profkatif d lapangan makam Theys Eluay (foto Meky Wetopo)
Jayapura, Jubi – Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Agust Kossay menuding agen Badan Intelijen Negara (BIN) sedang berusaha memprovokasi masyarakat Papua unuk bertindak anarkis. Intelijen melakukan itu melalui spanduk dan gerakan rakyat yang tidak tahu menahu persoalan.

“Banyak spanduk yang mengajak rakyat pegunungan tengah tidak terlibat dalam aksi anarkis KNPB dipasang di mana-mana,”ungkap Agust Kossya, ketua I KNPB pusat kepada Jubi di Abepura, kota Jayapura, Papua, Kamis (12/05/2016).

Kata dia, atas tudingan KNPB anarkis, Kossay mempertanyakan tudingan itu. Sebenarnya, KNPB yang anarkis atau pemerintah Indonesia melalui aparat keamanannya yang anarkis terhadap rakyat Papua.

Kata dia, aksi macam itu bukan hanya terjadi di Wamena. Di Kabupaten Jayapura pun tersebar sejumlah spanduk yang memojokan KNPB. KNPB menjadi objek dari provokasi.

“Pada 13 April itu sejumlah spanduk dipasang di makam Theys. Ada yang tertulis begini: Stop berbicara referendum, Papua bagian dari NKRI. KNPB ko sudah buat apa untuk Papua? Papua sudah merdeka dalam NKRI,” ungkapnya mencontohkan beberapa spanduk di lapangan makam Theys Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Kata dia, dalam waktu yang bersamaan, muncul dengan sejumlah orang yang membakar Bendera KNPB di halaman kantor DPRPD Kabupaten Jayapura.

“Rakyat biasa tidak mungkin bertindak macam ini. Rakyat kecil punya kepentingan apa?” tegasnya.
Kata dia, ada orang yang punya kepentingan, yang tidak senang dengan perjungan KNPB yang melakukan ini.


Gerakan macam ini sebenarnya, lanjutnya, sangat menjatuhkan wibawa negara. Negara demokratis sebenarnya tidak boleh profokatif tetapi harus dialogis.

“Rakyat Papua tidak perlu emosi dan terpfokasi. Rakyat Papua harus fokus dengan agenda refrendum,” harapnya.

Kemudian, rakyat yang berusaha masuk dalam setingan intelijen negara, kata Kossay, harus belajar dari rakyat pro integrasi Timor Leste. Rakyat pro integrasi tidak lebih baik dari rakyat Timor leste yang sudah merdeka.

“Saya mau kasi tahu orang Papua yang ikut-ikutan kolonial Indonesia harus berfikir dan belajar dari pegalaman rakyat Timor Timur,”ungkapnya.

Kata dia, rakyat Timor Timur yang pernah membela Indonesia tidak pernah medapatkan jaminan hidup. Rakyat Timor Leste tersebar di seluruh Indonesia dengan janji-janji hidup baik namun tak kunjung mendapatkan buktinya.
Salah satu spanduk yang dinilai KNPB provokatif d lapangan makam Theys Eluay – Meky Wetopo
Matan ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Bucthar Tabuni menyerukan rakyat Papua bersama KNPB tidak terprofokasi dengan gerakan adu domba. Ia mengajak melakukan gerakan damai di dalam kota-kota di tanah West Papua.

“Kita percaya, tidak perlu emosi dan anarkis,”ungkap Tabuni dari Inggris melalui sambungan telepon gengam yang disambungkan ke speker kepada ribuan masa KNPB yang menghadiri ibadah sekaligus pegumumam deklarasi IPWP dianjungan Expo Waena, Kota Jayapura, Papua, Rabu (11/05/2016)
Kata dia, dirinya baru saja menghadiri pertemuan International Parliamentarian for West Papua (IPWP) pada 3 Mei lalu. Pertemuan itu dihadiri sejumlah anggota parlemen dari berbagai negara, pemimpin pemerintahan, termasuk pemimpin oposisi Inggris, Jeremy Corbyn yang menyatakan dukungan penentuan nasib sediri bagi rakyat West Papua.

“Pimpinan Partai Buruh, pemimpin oposisi, Jeremy Corbyn mendukung kita. Langkah selanjutnya kita umumkan dimana-mana melalui gerakan damai,” harapnya.
Kata dia, perlawanan damai itu demi menghindari pertumpahan darah. Tabuni tidak mau lagi ada korban dari pihak rakyat Papua.

“Kita tidak mau ada penembakan lagi,” tegasnya. (*)

Sumber : http://tabloidjubi.com/2016/05/12/knpb-tuding-bin-sedang-merongrong-wibawa-indonesia/

SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar: