Tampilkan postingan dengan label TANAH PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANAH PAPUA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Juni 2016

PAPUAKU TANGISANKU

PAPUAKU TANGISANKU

Ilustrasi West Papua (Foto/suarakolaitaga.blogspot.com
papuaku menangis
Bahkan Tercabik-cabik
Dengan hebatnya pengusaanya sang korupsi
Tak peduli rakyat papua menangis dan pertumpahan darah
masyarakat yang selalu dirasakan setiap detik
Kesejahteraan jadi Angan-angan
Keadilan hanyalah Khayalan
Kemerdekaan telah terjajah selama puluhan tahun
papuaku, papua kita bersama
Jangan hanya tinggal diam kawan
Mari kita bersatu ambil peranan
Sebagai pemuda untuk perubahan muwujudkan
kemerdekaan yang abadi
Enato Magai
***

Rabu, 18 Mei 2016

Pdt Stefanus Heselo Dibunuh Secara Misterius Oleh OTK Di Jayapura

Pdt Stefanus Heselo Dibunuh Secara Misterius Oleh OTK Di Jayapura



KNPBnews. Jayapura 18 Maei 2016. Pembunuhan misterius terhadap Anggota KNPB wilayah Numbay, sekaligus juga Pdt. Stepanus Heseleo Sth, di Jayapura Pada tanggal 17 Mei 2016. Penemuan jenaza Almarhum Stefanus Heselo ditemukan di rumah sakit Abepura jayapura.

Sampai dengan saat ini keluarga belum ketahui penyebab Pembunuhan, siapa yang dibunuh, siap yang antar mayat ke rumah sakit sami sekarang sangat misterius. Keluagra korban menduga almarhum dibunuh Stevanus Heselo dibunuh secara misterius oleh orang yang tidak kenal pelakunya.


Kornologi
Pada awalnya pada hari selasa malam almarhum Tidur bersama keluarga di asrama pada hari selasa pagi almarhum sama-sama di asrama. kemudiarama baliem Yalimo dibelakang Mega waena. Menurut keluarga Atas Nama Teri Heselo, kepada KNPB News mengatakan bahwa, pada hari selasa 17 Mei 2016, pada pikul 06.00 -07.00 almarhum sama-sama keluarga di srma balim yalimo daerah Expo waena. 

Pada pukul 08.00 WPB almarhum Stefanus Heselo keluar untuk oyek di panggalan oyek Museum Expo waena, kemudian Keluarga dan teman-teman yang laing pergi ke pengadilan jayapura untuk membicaran tanah di sentani.
Setelah kami pulang dari sana kira-kira pukul 12 .00 WPB, kami tidak mengetahui apa-apa kami pikir almarhum masih oyek.


Kemudian pada pukul 7 malam saya ditelpon oleh Polsek abepura untuk segera pergi ke polsek namun saya tolak. Kemudian mereka telpon lagi yang ke dua kali, akhirnya saya angkat telpon lalu mereka mengatakan bahwa, jika pa teri tidak mau datang ke polsek kami kirim nomor kata polisi dari polsek abe.


Setelah mereka kirim nomor saya cek nomor yang polisi kirim tersebut ternyata nomor hp tersebut adalah nomor Milik Pdt Stefanus Heselo. Lalu saya dengan yonas lantipo kami pergi ke polsek abepura. Pemikiran kami itu, mungkin pdt stevanus ditabrak atau dia yang menabrak orang lain. Jadi kami sampai di polsek tidak ada stefanus di polsek aba, kemudian polisi arakan kami ke rumah sakit abepura, sebelumnya almarhum stefanus ditangani oleh polantas lebih dahulu. Setelah kami sampai di rumah sakit, menurut dokter yang antar Almarhum Stefanus diantar oleh dua orang, tersebut adalah orang papua, satu orang masih dalam mobil satu orang yang antar jenaza almarhum namun dia sendiri tidak bisa jadi dia meminta bantuan kepada tenaga medis antar masuk dalam rumah sakit atau UGD. 


Jadi saya sampi disana yang ada dalam pikiran saya almarhum sakit jadi dia berbaring di dalamn namun setelah saya masuk mereka arhkan saya melihat mayat di ruangan mayat. Setelah melihat itu saya tidak bisa bicara, akhirnya saya langsung suru Yonas telpon kasitau bapa soleh untuk kasitau keluarga.
Terus tidak lama kemudian polisi dong masuk, kemudian menurut polisi mereka diberitahu tentang almarhum Setefanus oleh dokter yang saat itu menerima mayat, stelah itu kami sama-sama melihat mayat di ruangan mayat dan kami tinggal situ, kemudian polisi dong ambil data saat itu. Setelah itu kami langsung antar mayat dari rumah sakit ke asrama balim Yalimo.

Jadi pemikiran kami keluarga bahwa dua orang yang antar mayat ke rumah sakit itu, tidak mau jadi saksi sehingga mereka pulang atau Mereka dua orang itu pelaku ? dengan alasan-alasan tertentu mereka dengan motor sengkol dia sehingga mereka sedndiri bawah ke rumah sakit atauka mereka ada di jalan melihat Pdt rasa kasihan jadi mereka antar kami tidak tau persis bagimana kejadiannya?

Kemudian Motor Milik almarhumnya, motor kelmakx sampai hari ini belum ditemuan.


Kemudian polisi jugamencari motor namun belum ditemukan, Kata mereka cari motor pake dua mobil cari namun belum ketemukan sampai dengan saat ini, Tegas teri keluarga korban.

Kami keluarga mau dan berharap kejadian hari selasa kemarin di rumah sakit seperti apa ? kami akan ke rumah sakit melihat rekaman video CTV di rumah sakit, sehingga kami bisa melihat rekaman lebih jelas disana.


Pdt. Heselo adalah kerja untuk tuhan sebagai pdt dan kerja untuk tanah jadi nantinya urusan Tuhan tetapi jikalau memang orang iri hati baru buat berarti tuhan yang akan membalas. Pdt bekerja melayani tuhan dan juga bekerja untuk tanah ini jadi tuhan punya urusan pembalasanya, biarkan dia pergi dengan damai ke bapa di suga tegas Teri.

Untuk diketahui bahwa almarhum Stefanus Heselo berperan sebagai pdt dan juga bergabung dalam oraganisasi gerakan KNPB selalu hadir dalam setiap kegiatan KNPB, pimpin ibadah doa papua merdeka. Dia salah satu dari sekian Pdt di Papua mendukung Papua merdeka. 

Pdt Stefanus Heselo sementara melayani di jemaat GKI peterus Waena,. selain itu almarhum melayani di Yahukimo tempatnya di kelasis balim yalimo tuga di apalap sili Jenaza Almarhum tadi siang jam 14. 00 WPB kirim ke Wamena. Coba edit terakhir ini‪#‎NG‬
OKNUM POLISI DARI POLDA PAPUA ANIAYA PENJUAL KORAN

OKNUM POLISI DARI POLDA PAPUA ANIAYA PENJUAL KORAN

EP, Jayapura – Banias Karoman (20), dianiaya oleh aparat Polisi dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua sekitar pukul 10.00 WIT, Selasa 10 Mei. 

Didimus Busup (26), kerabat Banias mengantarnya ke Divisi Advokasi ELSHAM Papua untuk mengadukan tidak penganiayaan yang dialami Banias.

Kejadian berawal dari kecelakaan lalu lintas, di depan Saga Supermarket. Seorang pengendara motor yang tidak diketahui identitasnya, tiba-tiba menyenggol salah seorang penjual koran sehingga terjadi adu mulut. 

Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian ikut mendesak pemilik motor agar segera menyelesaikan permasalahan di Markas Kepolisian Sektor Kota (Mapolsekta) Abepura. Pemilik motor justru mengambil kunci motor dan melarikan diri ke arah aparat polisi dari Polda Papua yang sedang melakukan kegiatan Donor Darah di Supermarket Saga Abepura. Tidak terima dengan sikap yang ditunjukan oleh pemilik motor, warga dan beberapa orang penjual koran lainnya lalu mencopot busi motor dengan maksud agar pemilik motor tidak menghindar dari persoalan yang terjadi.

Selang beberapa menit kemudian, pemilik motor bersama dengan beberapa aparat Polisi dari Polda Papua datang menghampiri Karoman (korban) dan menanyakan siapa yang mencopot busi motor. Korban kemudian mencoba menjelaskan bahwa warga dan penjual koran sengaja mencopot busi motor agar persoalan dapat segera diselesaikan di Mapolsekta Abepura. Mendengar penjelasan dari Karoman, salah seorang aparat Polisi dari Polda Papua langsung melayangkan pukulan dan mengenai wajah korban sehingga mengakibatkan hidung korban mengeluarkan darah. Korban terus dipukul di bagian wajah, dan menyebabkan terjadi luka lecet dan memar pada beberapa bagian wajah korban. Setelah dianiaya, aparat Polisi dari Polda Papua meninggalkan korban dan kembali ke Supermarket Saga.

Merasa diperlakukan dengan semena-mena, korban bersama Didimus mendatangi Mapolsekta Abepura untuk melaporkan kejadian yang dialami. Aparat polisi yang menerima pengaduan dari korban tidak melakukan tindakan apapun, justru memberikan jawaban yang tidak ada keterkaitan dengan peristiwa yang dialami korban. “Dulu pernah ada polisi yang dipukul sampai mati di Expo, tapi kami tidak tuntut,” ujar aparat polisi yang menerima laporan pengaduan. ELSHAM Papua ©2016

Sumber : www.elshampapua.org
POLISI KEMBALI MENANGKAP AKTIVIS KNPB BIAK

POLISI KEMBALI MENANGKAP AKTIVIS KNPB BIAK

Kepolisian Polres Supiori kembali menagkap Aktivis KNPB wilayah Biak Bastian Mansoben yang sering dipanggil Sebo. Penagkapan terhadap aktivis KNPB ini di tangkap di tangkap kembali oleh Polres Supior Pada pukul 10.00 WPB di kampungnya di supiri pada tanggal 10 Mei 2016.

Informasi penagkapan ini disampaikan oleh keluarga kepada KNPB biak, hal yang sama dibenarkan oleh KNPB biak kepada KNPB Pusat . Dijelaskan bahwa Bastian Mansoben di tangkap di dalam Rumahnya di supiori.


Setelah polres supiori dikiring ke rumah Tahanan Negara Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klass II B Biak.


Pada tanggal 18 Mei 2016ung ke LP untuk menjenguk Bastian Mansoben, setelah keluarga temui meminta penjelasan tentang penagkapan namun Bastian Mansoben jelaskan bahwa, saya di Tangkap Tanpa Alasan yang Jelas, Bukti yang tidak Jelas, Oleh Aparat Polres Supiori Kabupaten Supiori. saya di Tuding Tanpa Alat Bukti yang jelas sama Sekali, dan sayang di tangkap sewenang-wenangnya oleh Polres Supiori. saya tidak dapat Surat Perintah Penangkapan, Surat Perintah Penahanan, atau Surat Perintah.


Sampai saat bastian sendiri belum mengetahuinya apa kasus yang menyerat dirinya, lebih lanjut bastian mengatakan saya dapat Tangkap pada Tanggal 10 Mei 2016, di Polres Supiori.


Begitu saya dapat tangkap langsung di Jebol ke dalam Tahanan Tanpa Bukti yang Jelas. Tolong Advokasi Kata Bastian Mansoben. saya Kesal dengan Tindakan Kepolisian Supiori yang menangkap saya tanpa Alat Bukti. dulu saya dapat tangkap oleh Polres Biak dengan Kasus Makar, Sekarang Polres Supiori tahan saya dan saya berada di Rumah Tahanan Negara Klass II B Biak.

Ketua KNPB Biak dan Ketua Parlemen Rakyat Biak sama sekali tidak tahu Menahu Penangkapan dan Penahanan Aktivis KNPB Atas nama Bastian Mansoben. Kami dapat Informasi dari keluarga tahanan mengunjungi Tahanan di Lapas Klass II B Biak, Bahwa Bastian Mansoben Berada di rumah Tahanan Negara, kata salah satu keluarga tahanan kepada Pengurus KNPB Biak lebih lanjut keluarga mengatakan penagkapan Bastian sama seperti Penculikan kata keluarga. Mereka bukan menagkap tetapi menculik secara diam-diam di rumah .
Hal ini disesalkan oleh ketua KNPB biak penagkapan Bastian dilakukan oleh negara ini, terhadap Aktivis Papua. Mereka tidak menghormati undang-undang yang negara ini melakukan penagkapan sewenag-wenag kata ketua KNPB wilayah biak.

Hal yang sama disampaikan oleh sekertaris KNPB biak Yudas kosay kepada KNPB pusat melalui email, dijelaskan Kasus penagkapan ini hanya upaya kriminalisasi aktivis KNPB, sebab kasus yang membuat aktivis KNPB ditangkap ini belum jelas, apakah kasus makar yang pernah ditudukan di pada tahun lalu atau kasus baru, tegas Yudas Koassay. KNPB wilayah biak meminta kepada semua pihak yang peduli kamanusiaan agar bisa pantau dan advokasi.

Rabu, 11 Mei 2016

HUT Totamana: Pdt. Benny Giay Mengajak Masyarakat Bekerja Keras dan Mengutuk Budaya Malas

HUT Totamana: Pdt. Benny Giay Mengajak Masyarakat Bekerja Keras dan Mengutuk Budaya Malas

Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Benny Giay berkotbah dalam perayaan HUT Totamana 2016 di Lapangan Bola Tadouto, Senin (09/05). Foto: Tigi Barat Humas.
Manokwari, Majalah Beko - - Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Benny Giay mengajak masyarakat suku Mee bekerja keras sesuai ajaran Totamana dan mengutuk budaya malas.
Menurut Giay, Totamana yang merupakan warisan kerja keras yang dicanangkan leluhur suku Mee, seperti Wodeyokaipouga Bobii sejak tahun 1920 itu mulai hilang kini akibat perkembangan zaman.
“Sikap kerja sama menjadi landasan hidup dalam menghidupkan firman yang hidup dalam kehidupan manusia kuno sudah mulai hilang. Apalagi zaman sekarang, berbicara saja gampang diucapkan, akan tetapi sulit dipraktekkan. Apalagi, masyarakat masa kini lebih memilih bepergian ke kota ketimbang tinggal di kampung untuk bekerja. Selama ini, kebanyakan meninggalkan keluarga dan dengan berbagai alasan,” ungkapnya di hadapan ribuan masyarakat dalam kotbah perayaan HUT Totamana 2016 di Lapangan Bola Tadauto, Distrik Tigi Barat, Kabupaten Deiyai, Senin (09/05).
Oleh karena itu, Giay mengajak para pemimpin gereja kini menghidupkan budaya kerja keras.
“Para pemimpin gereja jangan hanya berkotbah di gereja saja, tetapi dibarengi dengan kerja keras untuk menghidupkan budaya kerja. Harus meneladani tokoh Wodeyokaipouga sebagai pewaris Owaadaa. Oleh sebab itu, untuk mewariskan budaya kerja sama, harus kuburkan budaya pemalas dan hidup ketergantungan kepada orang lain,” ajaknya.

Tatomana menurut Giay, ada dalam Owaadaa atau kebun rumah yang dipagari oleh pagar lingkungan hidup.
Selain mengajak para pemimpin gereja bekerja keras, Giyai mengajak masyarakat untuk membangkitkan budaya kerja keras demi membangun Papua baru di tanah ini dan mengutuk budaya malas.
“Hanya merayakan ulang tahun tanpa kerja keras juga sama saja. Sebaiknya, di tahun depan tidak dilaksanakan bila tidak dibarengi dengan kerja keras atau menyekolahkan anak-anak. Sebab, di masa depan, dunia ini akan di bangun oleh mereka yang pintar, melalui pendidikan, bisa berbahasa dengan orang lain, baik dengan orang Belanda atau dengan bangsa lain,” ajaknya pula.
Membangun Papua baru menurut Giay, dimulai melalui pembangunan bertahap dari diri sendiri, keluarga, dan kampung.
“Di tanah Tadauto, Debey, Deiyai, Papua secara umum mengutuk budaya malas dan membangkitkan budaya kerja untuk membangun Papua baru di tanah ini. Membangun Papua baru harus dimulai dari daerah Debey, di mana hari ini sebagai tolak ukur membangun daerah Meeuwodide atas dasar kerja keras yang dibangun oleh tokoh Wodeyokaipouga dan mendorong manusia suku Mee agar membangkitkan daya kerja keras yang dibangun semenjak tahun 1920 kala itu. Membangun harus dimulai dari diri dan keluarga. Untuk membangun beberapa bidang yang dibangun oleh tokoh Wodeyokaipouga, tidak bisa dikerjakan semua secara bersama. Namun, harus dikerjakan satu per satu. Sebab, manusia kita sekarang berbeda dengan manusia masa lalu,” bebernya.
Giay juga menekankan, semua hamba Tuhan yang memimpin denominasi-denominasi gereja di tanah Papua mendorong semua jemaat untuk lebih pro aktif dalam membangun keluarga dan kampung menuju pembangunan seutuhnya.
Selain itu, Pendeta Giyai meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Deiyai membuat peraturan daerah (perda) dan mencanangkan 9 Mei sebagai Hari Kebangkitan Totamana.
Sementara, ajakan Pdt. Benny Giay untuk bekerja keras sesuai ajaran Totamana disampaikan juga oleh Wakil Bupati Deiyai, Agustinus Pigome dalam sambutan tunggalnya.
“Di masa kini dituntut agar semua keluarga arahkan, menyekolahkan anak-anaknya, sebab di masa depan yang tengah mengalami perubahan ini. Orang berpendidikan akan merubah dirinya dan daerahnya. Jika tidak bersekolah, akan menjadi penonton setia di atas bergulirnya kemajuan yang sangat signifikan ini,” katanya.
Dalam penyampaiannya itu, Pigome mencontohkan Buku “Wodeyokaipouga Nabi Yang Terlupakan” karya Fransiskus Ign. Bobii yang diluncurkan bersamaan dengan HUT Totamana ini.
“Buku ini adalah bukti dan hasil karya orang yang bersekolah,” terangnya.
Pigome juga meminta masyarakat tidak meninggalkan kampung dan melanjutkan amanat Totamana, yakni bekerja keras dan membangun Owaadaa di setiap keluarga. Sebab, menurut Pigome, dalam Owaadaa terdapat Totamana sebagai pandangan hidup bersama.

(AP)